Eddi Santosa - detikNews
Kairo - Falsafah Jawa tersebut diperkenalkan dalam Konferensi Pemuda Arab, diikuti 400 cendekiawan dan pemuda negara-negara Arab, yang berlangsung di Hall Universitas Nahdah Beni Suef, 115 km dari Kairo (13/3/2010).
Dalam konferensi hasil kerjasama Arab Council for Moral Education dan Nahdah University Beni Suef (NUB), Mesir, delegasi pemuda RI sebagai partisipan kehormatan melalui Mus’ab Muqaddas mempresentasikan filsafat dan moral pendidikan Jawa yang terdiri dari tiga elemen.
Ing Ngarso sung Tulodho, seorang pemimpin yang berada di depan harus selalu memberi teladan, untuk dapat diamalkan terutama oleh dirinya dan orang-orang yang dipimpinnya.
Ing Madya Mangun Karsa, sebagai pemuda yang mengemban tugas berada di tengah tidak hanya diharapkan selalu mencontoh sang pemimpin tapi diharapkan juga mampu membangun lingkungan kondusif.
"Kemudian Tut Wuri Handayani, pemuda selalu mengikuti contoh teladan dengan suasana kondusif yang telah ada,” papar mahasiswa Fakultas Bahasa Arab, Universitas Al-Azhar Kairo, itu bersemangat, yang mendapat sambutan meriah dari para peserta konferensi.
Pemerhati sosial di Kairo, Syamsu Alam Darwis, kepada detikcom siang ini mengatakan bahwa pemaparan filsafat Tut Wuri Handayani di kalangan cendekiawan dan pemuda Arab dapat dijadikan media pertukaran pemahaman budaya, terutama antara Indonesia-Mesir.
"Dengan upaya seperti ini, kekayaaan khazanah budaya Indonesia dapat dikenal dengan lebih baik," tutur Syamsu, yang juga hadir dalam konferensi tersebut.
Sementara itu Pemuka Agama Kristen Koptik Dr. Shabbuna Markus menanggapi, bahwa kesempurnaan jiwa pemuda dapat diasah dengan menghindari perilaku yang dilarang agama.
Hal ini dikuatkan lagi oleh mantan Wakil Menteri Wakaf Mesir Syeikh Mansour Rifa’i Abid bahwa tantangan bagi para pemuda saat ini adalah bagaimana mengupayakan untuk kembali menerapkan nilai-nilai yang dikumandangkan Musa, Isa dan Muhammad SAW.
"Sehingga problem masyarakat seperti pelecehan seksual, kekerasan, dan kurangnya budaya positif dapat diminimalisir," terang Mansour.
Delegasi pemuda RI terdiri dari 15 orang, diketuai Muhammad Syadid, Wakil Presiden Persatuan Pelajar dan Mahasiswa (PPMI) Mesir.
“Konferensi ini adalah upaya penyadaran kepada para generasi muda bahwa moralitas adalah satu-satunya unsur pembangun kembali semangat kebangsaan. Penguasaan ilmu dan teknologi harus diimbangi dengan moral terpuji,” katanya.
Selain itu Nur Ishma, Ketua WIHDAH-PPMI menegaskan bahwa maju mundurnya peradaban Arab dan dunia terletak di tangan pemuda.
Rabu, 07 April 2010
Falsafah Tut Wuri Handayani Masuk Konfrensi Pemuda Arab
Senin, 05 April 2010
Inkonsistensi
Ketika tuhan berkehendak menciptakan manusia, maka segala yang kemudian menjadi penunjang bagi terciptanya hidup dan kehidupan manusia telah Allah cukupi, alam dunia beserta semua isinya
Sebagai mahluk paling sempurna, manusia juga diberi mandat oleh Allah untuk menjadi kholifah yang bertugas mengatur dan menjaga alam dunia sebagai tempat hidup dan kehidupan manusia, baik dan buruknya hidup dan kehidupan ini adalah menjadi tangung jawab kita sebagai kholifah.
perubahan dan kerusakan iklim dan ekosistem yang terjadi hari ini adalah murni karena kita semua, apa yang Allah ciptakan adalah untuk manusia adalah sebuah sirkulasi simbiosis mutualisme, agar hidup bisa berjalan baik, dan alampun bisa terjaga dengan baik, keserakahan manusia dengan segala keangkuhan dan kesombongannya karena merasa pintar dan memiliki ilmu pengetahuan dan technologi telah menjadi salah kaprah dan salah guna.
apa yang terjadi hari ini, kerusakan alam, bencana dan lain - lain adalah merupakan hasil dari inkonsistensi mandat Allah kepada manusia